NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membahas rencana peluang ekspor sapi bali untuk mendukung pengembangan populasi dan peningkatan kualitas ternak di Timor Leste.
"Pembahasan awal mencakup kemungkinan ketersediaan hingga 10.000 ekor sapi bali, tetapi angka ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui pendataan dan kajian teknis untuk memastikan jumlah ternak yang tersedia serta memenuhi persyaratan perdagangan," kata Gubernur Bali Wayan Koster saat pertemuan dengan Pemerintah Timor Leste.
Gubernur dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Jumat, menekankan pentingnya koordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait untuk memastikan potensi pasokan sapi bali berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Pendataan lapangan tersebut mencakup jumlah ternak yang dapat dipasarkan, usia, jenis kelamin, asal ternak, kondisi kesehatan hewan, serta kesiapan peternak dan fasilitas pendukung.
Langkah ini diperlukan agar rencana kerja sama disusun berdasarkan data akurat, dengan tetap memperhatikan kebutuhan peternak lokal dan keberlanjutan populasi sapi bali.
Gubernur Koster menegaskan pentingnya kesiapan teknis dan pemenuhan ketentuan yang berlaku sebelum peluang ekspor sapi bali ke Timor Leste dapat direalisasikan.