"Dengan dua contoh kaki palsu yang sudah dikerjakan ini, menunjukkan bahwa material sampah plastik bisa bermanfaat dan bernilai ekonomis sepanjang ekosistem diatur dan dikelola dengan baik," katanya setelah audiensi.
Ia mengatakan pengembangan kaki palsu berbahan sampah plastik salah satu kegiatan YKKS untuk menggabungkan upaya pengelolaan lingkungan dengan pemenuhan kebutuhan kemanusiaan bagi penyandang disabilitas kurang mampu.
Menurut dia, kaki palsu hasil produksi YKKS telah disalurkan kepada penyandang disabilitas di Bali maupun luar Bali, antara lain Palu dan Lombok, dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan dari sejumlah perusahaan dan donasi masyarakat melalui YKKS.
Selain pembuatan kaki palsu, YKKS melalui entitas afiliasi menjalankan kegiatan edukasi, pengangkutan dan pengumpulan sampah serta pengolahan sampah organik dan anorganik menjadi RDF atau bahan bakar yang berasal dari sampah.
Pihaknya juga ingin memperkenalkan pemanfaatan plastik kemasan jenis MLP yang selama ini dinilai sulit didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.