Pendekatan preventif menjadi fondasi korektif agar mitigasi bencana tidak berhenti pada respons darurat, melainkan berakar pada perlindungan hulu dan tata ruang yang berkelanjutan.
Dia juga menyoroti pentingnya kawasan Danau Toba memerlukan intervensi berkelanjutan melalui proteksi mutu air, penataan zona sempadan, hingga rehabilitasi daerah tangkapan air secara terpadu.
Konsistensi langkah ini menuntut orkestra kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, korporasi, dan masyarakat sipil.
"Saya mengajak kita melihat bencana 2025 sebagai momentum tobat ekologis," kata Jumhur Hidayat.