Mukhtarudin mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap video maupun informasi yang mengatasnamakan dirinya, terutama jika menawarkan bantuan dalam jumlah besar dan mengarahkan masyarakat untuk menghubungi nomor atau akun tertentu.
"Teknologi AI sekarang semakin canggih. Wajah, suara, bahkan gerakan bibir seseorang bisa dibuat seolah-olah benar. Karena itu, jangan hanya melihat videonya dan langsung percaya. Pastikan dulu sumber informasinya," kata Mukhtarudin.
Dia menegaskan bahwa Kementerian P2MI tidak pernah mengumumkan atau menjanjikan bantuan pemulangan sebesar Rp150 juta seperti yang disampaikan dalam video tersebut.
Menteri P2MI itu juga meminta masyarakat tidak memberikan uang maupun data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan dirinya atau Kementerian P2MI melalui nomor WhatsApp, akun media sosial, atau kanal pribadi yang tidak resmi.