Sementara itu, Wakil Rektor II UKRI Erdiansyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri P2MI dan pelaksanaan program SMK Go Global di lingkungan kampusnya.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan antara UKRI, Kementerian P2MI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, BP3MI Jabar, Dinas Tenaga Kerja, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Erdiansyah, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah diperlukan untuk membangun ekosistem pendidikan dan pelatihan yang mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja global.

"Kita ingin agar ketika anak-anak muda Indonesia bekerja di luar negeri, mereka bukan hanya dikenal sebagai tenaga kerja, tetapi dikenal sebagai tenaga profesional Indonesia yang kompeten, berintegritas, berbudaya, dan mampu menjaga nama baik bangsa," ujar Erdiansyah.

Erdiansyah berharap program SMK Go Global 2026 dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi dan berkarier di tingkat internasional.

Dari UKRI, kata dia, diharapkan lahir sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja global, sekaligus membawa kompetensi dan martabat bangsa ketika bekerja di luar negeri.

Sebagai informasi, kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, Wakil Rektor I UKRI Heni Haryani, Wakil Rektor II UKRI Erdiansyah, Wakil Rektor III UKRI Suhaeri, pimpinan unit di lingkungan universitas, mahasiswa UKRI, serta para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jabar.

Melalui sinergi pemerintah dan perguruan tinggi, Program SMK Go Global diharapkan memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia dalam memanfaatkan peluang kerja internasional, sekaligus memastikan proses migrasi kerja berlangsung secara legal, aman, dan terlindungi.

Upaya tersebut sejalan dengan semangat yang diusung Kementerian P2MI, yakni 'Migran Aman, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju'.