NADIKABAR.COM — Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mendorong para siswa dan alumni Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan yang ingin bekerja di luar negeri untuk terus mengembangkan kompetensi agar sesuai dengan standar internasional melalui Migrant Center.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, Mukhtarudin menyatakan keberadaan Migrant Center di Poltekkes memiliki arti penting.

"Fasilitas ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk memperoleh informasi yang benar mengenai peluang kerja di luar negeri, memahami persyaratan dan prosedur penempatan, serta mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan," kata Mukhtarudin saat meninjau fasilitas Migrant Center Poltekkes Kementerian Kesehatan di Denpasar, Bali, Jumat (2/10).

Dia pun berharap agar lulusan pendidikan vokasi kesehatan Indonesia tidak hanya mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, tetapi juga membawa nama baik pendidikan dan tenaga kesehatan Indonesia di tingkat global.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kementerian Kesehatan Yuli Farianti mengatakan Kementerian Kesehatan memiliki 38 Poltekkes yang tersebar di 34 provinsi dan telah memiliki peluang kerja melalui kerja sama antar-pemerintah (G to G) dengan sejumlah negara.

"Kementerian Kesehatan telah mempunyai MoU G-to-G dengan beberapa negara, yaitu Jerman, Jepang, Arab Saudi, Singapura, Qatar, Australia, termasuk Inggris," kata Yuli.

Menurut Yuli, Jepang menjadi salah satu negara dengan penyerapan lulusan Poltekkes cukup besar, terutama untuk tenaga pengasuh atau kaigo.

Namun demikian, dia berharap lulusan D3 dan D4 bidang kesehatan dapat diarahkan untuk mengisi posisi sebagai tenaga perawat sesuai kualifikasi pendidikan.

"Kami berharap anak-anak kami tidak terlalu banyak yang ke kaigo. Kalau kaigo, sebenarnya cukup lulusan SMA atau SMK; tetapi kalau (lulusan) D3 atau D4, kami berharap masuknya adalah ke ners," kata Yuli.

Dia menilai jalur tersebut dapat memberikan peluang pengembangan karier yang lebih sesuai dengan jenjang pendidikan dan kompetensi lulusan Poltekkes.

Yuli melanjutkan, Bali Overseas Nursing Center (BONC) di Denpasar juga terus dikembangkan menjadi Global Career Center sebagai bagian dari penguatan persiapan karier lulusan untuk pasar kerja internasional.

Kementerian Kesehatan juga berencana mengembangkan sistem Migrant Center yang lebih terintegrasi dan terpusat, sehingga data lulusan serta kebutuhan tenaga kesehatan di luar negeri dapat dikelola lebih baik.

"Kami hanya punya satu Migrant Center nanti yang akan berpusat di Jakarta. Tidak semua Poltekkes punya center, center sendiri; agar kita pusatkan dan kita tahu database-nya," ujar Yuli.

Menurut dia, sistem tersebut nantinya akan dikoneksikan dengan data Kementerian P2MI, sehingga Pemerintah dapat mengetahui kebutuhan tenaga kerja kesehatan di masing-masing negara sekaligus menyelaraskan target penyiapan tenaga kesehatan.