NADIKABAR.COM — Menteri Perminyakan Iran, Mohsen Paknejad, mengundurkan diri dari jabatannya saat perang melawan Amerika Serikat (AS) tak kunjung berakhir. Paknejad digantikan oleh seorang pejabat eksekutif minyak top Iran.
Kantor kepresidenan Iran, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (5/10/2026), mengumumkan bahwa Paknejad mundur dari jabatannya karena "alasan pribadi", yang tidak dijelaskan lebih lanjut. Paknejad telah menjabat sebagai Menteri Perminyakan Iran sejak Agustus 2024 lalu.
Disebutkan oleh kantor kepresidenan Iran dalam pernyataan pada Minggu (4/10) bahwa Hamid Bovard selaku pimpinan eksekutif Perusahaan Minyak Nasional Iran, yang merupakan perusahaan milik negara, akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perminyakan Iran.
Deputi komunikasi pada kantor kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabaei, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa Paknejad sebenarnya telah mengajukan pengunduran diri karena alasan pribadi "sejak lama".
Disebutkan bahwa pengunduran diri itu akhirnya disetujui oleh Presiden Masoud Pezeshkian atas desakan Paknejad sendiri.
"Dengan diterimanya pengunduran diri Mohsen Paknejad oleh Dr Pezeshkian, maka Hamid Bovard telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Perminyakan," kata Tabatabaei dalam pernyataan pada Minggu (4/10), sebagaimana dikutip media pemerintah IRIB.
Mundurnya Paknejad dari jabatan yang penting ini terjadi di tengah tekanan ekonomi yang dihadapi Teheran, akibat perang yang berkecamuk selama tujuh bulan terakhir dengan AS. Diketahui bahwa Washington memblokade ekspor minyak Iran beberapa waktu terakhir.
Sebelum kabar pengunduran dirinya mencuat, Paknejad sempat dikutip media pemerintah Iran mengatakan bahwa: "Pendapatan dari minyak yang telah kita jual masih terus masuk dan hal itu akan terus berlanjut, insya Allah."
Dalam sebuah siaran berita Iran mengenai pengunduran diri Paknejad, disebutkan bahwa pengajuan pengunduran diri Paknejad sebelumnya ditolak dan Pezeshkian memintanya untuk tetap menjabat. Namun Pezeshkian akhirnya menerima keputusan Paknejad untuk mundur karena dia bersikeras untuk berhenti.
Disebutkan juga bahwa Pezeshkian "mengapresiasi upaya dan pengabdian tulus" Paknejad selama ini.