Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan BTN adalah Home Power, yakni skema pembiayaan tambahan untuk membantu masyarakat melengkapi kebutuhan rumah agar lebih siap ditempati. Program tersebut masih dalam tahap uji coba di Bogor dengan target awal sebanyak 40 unit rumah.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, melalui skema tersebut, pengembang terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan rumah. BTN kemudian dapat memberikan tambahan pembiayaan hingga 30% dari plafon awal untuk kebutuhan pengisian atau perlengkapan rumah, dengan pelaksanaan yang tetap mengacu pada ketentuan pembiayaan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya. Karena itu, kami menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau agar masyarakat tidak perlu mencari pinjaman dari pihak lain yang bunganya lebih tinggi,” ujar Nixon.

Selain pembiayaan hunian baru, BTN tengah mengembangkan KPR Recycle sebagai alternatif untuk mengoptimalkan kembali pemanfaatan rumah eksisting yang dapat dipasarkan kepada masyarakat.

Nixon mengatakan, BTN sedang menyiapkan sekitar 30.000 rumah untuk dipasarkan kembali melalui program tersebut. Perbaikan kondisi bangunan menjadi bagian dari persiapan agar rumah-rumah tersebut dapat kembali dimanfaatkan sebagai hunian yang layak.

“Sebelum dipasarkan, kami juga akan memastikan kondisinya diperbaiki terlebih dahulu, mulai dari pengecatan ulang hingga perbaikan bagian atap dan dinding, sehingga rumahnya bisa kembali layak huni dan terlihat seperti baru,” jelas Nixon.

Di sisi permintaan, BTN juga memperluas pendekatan pembiayaan berbasis komunitas melalui penjajakan kerja sama dengan organisasi kemasyarakatan, termasuk Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).