Bersama Muhammadiyah, BTN tengah menyiapkan program RumahMU atau Rumah Muhammadiyah untuk menjangkau kebutuhan hunian para guru dan pegawai di lingkungan sekolah, rumah sakit, yayasan, serta perguruan tinggi Muhammadiyah. Program tersebut direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026 di Palu, bertepatan dengan kegiatan Tanwir Muhammadiyah.
“Dengan menyasar komunitas yang sudah memiliki ekosistem sendiri, kami berharap proses penyaluran pembiayaan bisa lebih terarah, termasuk dalam hal administrasi dan pembayaran angsuran,” kata Nixon.
Sementara itu, BTN juga mendukung pengembangan hunian di kawasan perkotaan yang memiliki akses transportasi publik, salah satunya melalui proyek hunian di Manggarai, Jakarta.
Menurut Nixon, sekitar 1.500 orang telah melakukan pemesanan peminatan. Pengembangan proyek tersebut masih menunggu penyelesaian proses perizinan oleh KAI sebelum dapat memasuki tahapan selanjutnya.
“Kami melihat minat terhadap hunian di tengah kota cukup tinggi, terutama hunian yang lokasinya dekat dengan akses transportasi,” ujarnya.
Melalui penguatan FLPP, KPP, serta berbagai inovasi pembiayaan tersebut, BTN terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Kolaborasi dengan Kementerian PKP, BP Tapera, bank-bank penyalur, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting untuk mendorong percepatan Program 3 Juta Rumah secara berkelanjutan.