Ia menambahkan, penerapan kebijakan tersebut tidak hanya membantu pekerja menjalankan tanggung jawab pengasuhan, tetapi juga mendukung produktivitas, keberlanjutan tenaga kerja, serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih ramah perempuan.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sekaligus pendiri IBCWE, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan investasi pada dukungan pengasuhan anak juga memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha.
Menurut Shinta, kebijakan pengasuhan yang mendukung kebutuhan pekerja dapat membantu perusahaan mempertahankan tenaga kerja sekaligus meningkatkan produktivitas.
Ia mencontohkan sebuah perusahaan tekstil di Vietnam yang mencatat penurunan tingkat pergantian pekerja hingga sepertiga setelah membuka taman kanak-kanak di tempat kerja.
Sementara itu, studi di Indonesia menunjukkan bahwa penambahan satu prasekolah untuk setiap 1.000 anak dapat meningkatkan produktivitas pabrik manufaktur dengan proporsi pekerja perempuan rata-rata sebesar 11 persen.
"Ini menunjukkan bahwa dukungan pengasuhan bukan hanya isu sosial, tetapi juga strategi bisnis yang berdampak nyata," ujar Shinta.