Dari jumlah tersebut, sebanyak 240 lokasi merupakan daerah irigasi atau persawahan dengan luas sawah yang ditangani mencapai 53.052 hektare.
Penanganan pada lahan pertanian dilakukan antara lain melalui pemompaan air dari sungai ke sawah, normalisasi saluran irigasi utama dan sekunder, pembuatan saluran darurat, pengaturan pola giliran air, optimalisasi saluran, serta pemasangan pipa.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras untuk konsumsi masyarakat sepanjang Januari–September 2026 mencapai 28,71 juta ton, meningkat tipis 0,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS mencatat potensi produksi beras pada Juli–September 2026 diperkirakan mencapai 9,36 juta ton atau turun 0,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Proyeksi tersebut masih dapat berubah akibat kekeringan, banjir, serangan hama, dan perubahan waktu panen.
Adapun Kementerian Pertanian dalam proyeksi neraca pangan 2026 memperkirakan produksi beras nasional mencapai 34,77 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sebesar 31,10 juta ton atau terdapat proyeksi surplus sekitar 3,67 juta ton.