β€œKalau di situ saya lihat banyak tiang listrik, jadi bisa pakai listrik. Pasang saja pompa yang bertenaga listrik," ucap dia.

Air hasil pemompaan selanjutnya dapat disalurkan melalui pipa menuju saluran sekunder yang telah tersedia. Sementara itu, jaringan tersier yang mengalirkan air lebih dekat ke lahan pertanian masih perlu dibangun.

Dody mengatakan pembangunan saluran tersier sederhana dapat dilakukan dengan melibatkan petani.

β€œAjak petani itu bikin bersama-sama. Murah itu, enggak mahal,” ungkap Dody.

Sebagai contoh, dengan skema pompanisasi dan jaringan tersebut, ia memperkirakan hampir 400 hektare sawah di kawasan yang ditinjaunya di Kedongdong dapat memperoleh aliran air.

β€œHampir 400 hektar bisa dialiri dengan mudah,” katanya.

Untuk penanganan jangka lebih panjang, Dody menyebut pembangunan sumur bor maupun embung juga dapat dipertimbangkan pada kawasan yang terus mengalami kesulitan mengalirkan air dari sumber yang lebih rendah.