Khusus kawasan sekitar 400 hektare yang ia contohkan di Desa Kedongdong, Dody memperkirakan dua atau tiga sumur bor dapat menjadi salah satu pilihan.

Alternatif lainnya, ialah pembangunan embung pada lokasi dengan ketersediaan lahan yang memungkinkan.

Namun, ia mengatakan pilihan penanganan permanen masih harus dikaji lebih lanjut sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

β€œKalau strategi ke depan memang kita perlu waktu untuk mengkajinya lebih dalam lagi,” ucap Dody.

Kementerian PU mencatat hingga 24 September 2026 penanganan kekeringan telah dilakukan di 3.288 lokasi secara nasional, termasuk 358 lokasi di area persawahan.

Penanganan di sektor pertanian tersebut mencakup sekitar 141.440 hektare sawah.

Sebelumnya, Kementerian PU juga melaporkan bentuk penanganan di sektor pertanian meliputi pemompaan air sungai menuju sawah, normalisasi saluran irigasi utama dan sekunder, pembuatan saluran darurat, pengaturan giliran air, optimalisasi saluran, serta pemasangan pipa.