Orang tua siswa bernama Asih mengatakan anaknya juga sempat mengalami gejala setelah menyantap nasi dan lauk nugget dari paket MBG. Sepulang sekolah, anaknya mengalami pusing hingga muntah-muntah.
"Pusing terus muntah-muntah, diare, penyebabnya tidak tahu. Hari ini katanya banyak yang tidak masuk, hari ini masih pusing, " tuturnya kepada NadiKabar.
Pasca kejadian tersebut, operasional SPPG yang melayani SDIT Sinar Fajar dihentikan sementara. Penghentian dilakukan hingga ada keputusan lebih lanjut dari BGN pusat.
"(SPPG yang bersangkutan) Tidak operasional dulu, diberhentikan. Sampai kapan, keputusan ada di Badan Gizi Nasional (BGN) pusat," kata Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Klaten, Yoga Angga Pratama kepada NadiKabar melalui pesan tertulis.
Berdasarkan hasil investigasi, kasus tersebut hanya berdampak pada siswa SDIT Sinar Fajar Cawas. Menu yang diduga menjadi bagian dari makanan yang dikonsumsi siswa dibagikan pada Jumat (14/8).
"Dugaan menu makanan dari MBG (SPPG Klaten Cawas Barepan 03) dan snack serta minum dari SDIT. Yang terdampak, bergejala ada 145 orang, dan rawat inap dua orang," kata Yoga.