Di sisi lain, sebagai petugas lapangan, Vio juga harus menghadapi tantangan geografis. Untuk menjangkau wilayah tertentu, ia ersama rekan-rekannya harus menyeberang laut dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Keterbatasan tersebut tidak membuat aktivitas pendampingan berhenti. Ketika sepeda motor belum dapat digunakan di wilayah seberang, Vio dan rekan-rekannya memilih berjalan kaki, sementara informasi mengenai PNM perlahan menyebar melalui warga yang telah bergabung sebagai nasabah.

Bagi Vio, menjadi Account Officer (AO) PNM Mekaar bukan hanya tentang menjangkau calon nasabah, tetapi juga melihat langsung perubahan dalam kehidupan para ibu yang didampinginya. Salah satu pengalaman yang membekas bagi Vio adalah ketika seorang nasabah yang sebelumnya bekerja sebagai asisten rumah tangga memutuskan berhenti bekerja dan mulai berjualan kebutuhan sehari-hari dari rumah setelah memperoleh modal usaha.

Pekerjaan sebelumnya membuat nasabah tersebut harus bekerja dari pagi hingga sore dan memiliki waktu terbatas bersama keluarga. "Saya merasa bersyukur, karena saya jadi penyalur berkat," ujar Vio, yang merasa bahagia dapat melihat para ibu mulai memiliki usaha dan penghasilan untuk membantu keluarganya.

Kisah Vio menggambarkan bagaimana perluasan inklusi keuangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan produk dan layanan, tetapi juga pada kehadiran tenaga pemasar yang mampu menjangkau dan membangun kepercayaan masyarakat hingga ke tingkat komunitas.