Pembangkit ini dirancang memiliki kapasitas 100 megawatt arus bolak-balik (MWac) atau setara 133 megawatt puncak (MWp) dengan target mulai beroperasi pada Januari 2027 yang sekaligus menjadi salah satu langkah untuk memperbesar porsi energi terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional.

Di tengah kebutuhan listrik yang terus tumbuh dan tantangan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, proyek Karangkates menghadirkan satu gagasan sederhana tetapi penting, yakni bahwa kemandirian energi tidak selalu harus dimulai dengan membuka lahan baru, melainkan dapat tumbuh dari optimalisasi sumber daya yang sudah dimiliki negeri ini.

Pembangunan dimulai pada Januari 2026, setelah dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) diterbitkan pada 5 Januari di tahun yang sama.

Kemudian, pekerjaan PLTS Terapung Karangkates memasuki tahapan yang menuntut ketelitian teknis, sekaligus koordinasi lintas pihak.