Dari arsitekturnya memang mendapatkan kesan otentik bahwa bangunan ini memang memiliki sejarah yang panjang. Terlihat beberapa turis juga didampingi pemandu wisata yang menjelaskan setiap-setiap sisi bangunannya.
Di sekitarnya juga terdapat beberapa batuan sejarah yang membuat area masjid terasa seperti museum. Yang uniknya juga, setiap masjid di Antalya, minaretnya menjulang sangat tinggi.
Lalu, di sepanjang perjalanan, banyak jalan-jalan kecil yang ternyata terdapat penginapan. Bahkan warga lokal di sini, banyak juga yang unjuk gigi dengan karyanya mereka untuk ditawarkan kepada turis.
Setelah di ujung perjalanan, pengunjung akan dimanjakan dengan view hamparan laut dan tebing yang cantik. Memang Kaleici tepat sekali dikunjungi saat sore hari untuk menikmati detik-detik matahari terbenam.
Di pesisir tebing, juga terdapat monumen sejarah lainnya yang berbentuk benteng, namanya Hidirlik Tower. Benteng ini, konon katanya, dulu digunakan sebagai menara pertahanan atau tempat menyalakan api sebagai penanda bagi kapal.
Sebagai informasi, Turki merupakan salah satu negara yang awal mengakui Indonesia merdeka. Karena penduduk negara ini mayoritas Muslim, tentunya masjid mudah ditemukan di setiap titik.
Lalu, Turki juga terkenal dengan jumlah kucing yang banyak di jalanan. Antalya sendiri juga memang kawasan yang memang mempunyai sejarah romawi yang kuat.
Di COP-31 nanti, delegasi Indonesia akan dipimpin Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. Lalu hadir juga Menteri LH Jumhur Hidayat dan pejabat tinggi lainnya.