NADIKABAR.COM — Organisasi kemanusiaan nirlaba Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mendorong pemerintah untuk memitigasi dampak serius kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan masyarakat dan kondisi sosial-ekonomi warga.

"Situasi ini memerlukan penanganan terpadu dengan mengutamakan keselamatan masyarakat," kata MER-C dalam keterangan persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu. Menurut MER-C, paparan partikel halus (PM2.5) dan polutan dalam asap dapat memicu gangguan pernapasan, iritasi mata, dan kulit. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis adalah kelompok paling rentan terdampak sakit.Aktivitas luar yang terbatas menurunkan roda ekonomi dan meningkatkan kerentanan menuju krisis sosial.Menyikapi kondisi tersebut, MER-C Indonesia mendorong pengendalian terpadu kebakaran hutan dengan membekali petugas dengan wawasan, alat pengaman diri, dan strategi yang terukur.MER-C juga mendorong pemerintah untuk memberikan imbauan pembatasan sementara aktivitas masyarakat di daerah dengan risiko paparan kabut asap paling berbahaya.Selanjutnya, MER-C mendorong masyarakat untuk menggunakan masker berbasis risiko, masker bedah untuk mengurangi paparan partikel karbon kasar, dan masker respirator seperti N95 atau KN95 untuk mengurangi paparan partikel yang lebih kecil seperti PM 2.5.Kemudian, MER-C juga mendorong penguatan logistik rumah sakit guna mengantisipasi lonjakan kasus medis terkait kabut asap.