Bagi mata banteng, merah bukanlah warna yang berkobar. Tanpa fotoreseptor merah, panjang gelombang kain matador hanya merangsang sebagian kecil sel fotoreseptor hijau-kuning. Di mata sang banteng, kain merah menyala itu tampak redup, menyerupai abu-abu kusam atau cokelat pudar.

Jika warna merah luput dari palet visual banteng, apa yang membuat mereka menyerang dengan buas di dalam arena?

Jawabannya terungkap pada eksperimen yang dilakukan tim program sains populer MythBusters (Season 3, Episode 15: "Red Rag to a Bull") yang ditonton NadiKabar, Selasa (15/9/2026). Para penguji menguji hipotesis warna versus gerak dengan menaruh tiga boneka mekanis di dalam ring bersama seekor banteng. Masing-masing boneka memegang bendera dengan warna berbeda: merah, putih, dan biru.

Eksperimen tersebut menegaskan pemicu serangan banteng adalah dinamika gerak dan provokasi kinetik, bukan warna kain. Banteng bereaksi terhadap benda yang dianggap mengancam zona aman mereka, bukan karena terbakar amarah oleh pigmen merah.

Kepekaan banteng terhadap gerakan bukanlah kebetulan, melainkan hasil tempaan evolusi jutaan tahun sebagai satwa mangsa.

Pakar perilaku satwa ternak Dr. Temple Grandin menjelaskan cara satwa berkuku melihat lingkungannya. Mata sapi dan banteng terletak di samping kepala.

Posisi lateral ini menganugerahi banteng bidang pandang panoramik yang sangat lebar, mencapai 300 hingga 330 derajat. Rentang ini membuat banteng mampu memantau nyaris seluruh cakrawala di sekeliling tubuhnya tanpa menolehkan kepala. Menyisakan titik buta yang sangat sempit persis di belakang ekornya.

Retina hewan berkuku juga memiliki pita visual horizontal yang dipadati jutaan sel batang. Desain alami ini sangat efisien menangkap getaran bayangan dan gerakan sekecil apa pun. Ibarat sebuah alarm dini untuk mendeteksi kedatangan predator di padang terbuka.

Namun, keunggulan sudut lebar ini memiliki harga kompensasi. Otot akomodasi mata banteng relatif lemah, membuat kemampuan fokus pada objek jarak dekat menjadi buram. Kala sehelai kain tiba-tiba dikibaskan cepat, banteng tidak melihat detail kain tersebut.