NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendata sejumlah warga NTT di Papua yang meminta difasilitasi pulang ke daerah asal karena merasa tidak aman menyusul gangguan keamanan di sejumlah wilayah.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Kupang, Jumat, mengatakan beberapa warga telah menyampaikan permintaan untuk kembali ke NTT dan sebagian di antaranya berstatus pegawai negeri sipil (PNS).
"Ada beberapa. Mereka meminta karena sudah tidak merasa aman di sana, Papua. Kita lagi mendatanya," katanya.
Johni menilai wajar apabila warga yang merasa tidak aman ingin berpindah ke tempat yang lebih aman.
"Saya rasa normal saja ya, kalau di mana pun kita berada kalau kita merasa tidak aman, kita akan mencari tempat yang lebih aman," ujarnya.