Tiga ASN meninggal dalam peristiwa tersebut. Dua korban berasal dari NTT, yakni Wili Mbuik asal Rote Ndao dan Alfonsius Albinus Mehan asal Kabupaten Sikka, sedangkan seorang korban lainnya berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, keluarga Wili Mbuik juga meminta pemerintah memberikan jaminan keamanan bagi warga NTT yang masih berada di Jayawijaya. Keluarga menyebut masih terdapat sejumlah warga asal Rote Ndao di wilayah tersebut.
Johni mengatakan Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan apabila diperlukan pemindahan warga dari wilayah yang dinilai rawan ke lokasi yang lebih aman.
"Kalau memang harus demikian, akan kita koordinasikan dengan Pemprov Papua Pegunungan," katanya.