NADIKABAR.COM β Jenama otomotif asal Jerman, Mercedes-Benz memastikan kalau SUV off-road kompak yang dikenal sebagai Baby G-Class akan memasuki pasar dalam waktu kurang dari dua tahun.
Model yang dikembangkan sebagai saudara lebih kecil G-Class tersebut diproyeksikan hadir dengan pilihan penggerak listrik dan hibrida, mengikuti perubahan strategi elektrifikasi pabrikan Jerman itu.
CEO Mercedes-Benz Ola Kallenius mengungkapkan bahwa kendaraan tersebut akan meluncur lebih cepat dari perkiraan. Dalam sebuah wawancara, ia menyebut model yang juga dikenal sebagai Little G itu akan hadir dalam waktu kurang dari 24 bulan.
"Mobil ini akan datang, dan lebih cepat dari yang Anda kira," kata Kallenius, sebagaimana dikutip Carscoops, Rabu (21/10).
Mercedes-Benz pertama kali mengumumkan rencana pengembangan SUV tersebut pada 2023. Perusahaan kemudian memperlihatkan teaser resmi pada 2025 dengan sebutan βg-Classβ, meski nama produksi finalnya belum diumumkan.
Dari sisi teknis, Baby G-Class diperkirakan menggunakan konstruksi khusus yang berbeda dari platform Modular Architecture (MMA) milik Mercedes-Benz.
Berdasarkan data yang ada, kendaraan ini akan memakai sasis ladder-frame untuk mendukung kemampuan berkendara di medan berat.
Strategi sistem penggeraknya juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya direncanakan hadir secara eksklusif sebagai kendaraan listrik berbasis baterai, Mercedes-Benz kini mempertimbangkan varian hibrida di samping versi listrik murni.
Versi listrik diperkirakan menggunakan dua motor listrik dengan sistem penggerak empat roda atau all-wheel drive (AWD), yang dipadukan dengan baterai berkapasitas 85 kWh berjenis nikel mangan kobalt (NMC).
Sementara itu, varian hibrida berpotensi mengadopsi mesin 1.500 cc yang telah digunakan pada Mercedes-Benz CLA dengan sistem elektrifikasi.
Namun, pabrikan belum mengumumkan spesifikasi resmi kedua varian tersebut.
Secara desain, Baby G-Class diperkirakan mempertahankan karakter khas G-Class, seperti bodi mengotak, permukaan bodi tegak, lampu depan bulat, serta lampu belakang yang ditempatkan lebih rendah.
Kehadiran SUV kompak tersebut juga berpotensi mempertemukan Mercedes-Benz dengan segmen kendaraan off-road premium berukuran lebih kecil, termasuk calon Defender Sport dari Land Rover.