NADIKABAR.COM — Produsen mobil mewah ternama asal Jerman, Mercedes-Benz, mengatakan biaya produksi kendaraan di negaranya sudah tidak berdaya saing dibandingkan dengan standar internasional. Kondisi ini memicu potensi penutupan dua pabrik produksinya di Negeri Panzer tersebut.
Perusahaan menilai lemahnya daya saing produksi ini disebabkan oleh tingginya upah tenaga kerja. Padahal sebagai bentuk bakti terhadap negara asal, Mercedes-Benz ingin mempertahankan semua lini produksi mereka di Jerman.
"Perusahaan ingin mempertahankan pabrik dan lapangan kerja di Jerman. Namun untuk melakukan itu, kami membutuhkan kondisi kerangka kerja yang meningkatkan produktivitas di Jerman," tulis pernyataan resmi Mercedes-Benz yang dikirimkan melalui email kepada Reuters, dikutip Jumat (25/9/2026).