Beberapa bulan kemudian, apa yang sebelumnya merupakan uji coba memasuki tahap pembuktian. Pada 26 Agustus 2026, Lucky kembali ke Plosokerep untuk mengikuti panen perdana PM-AAS yang melampaui target.

"Dari yang tadinya sekitar 5 sampai 6 menjadi 8 ton. Alhamdulillah berkah. Ternyata pas diukur oleh BPS juga tadi sudah dapat angka 10 ton lebih. Ini tentu menjadi semangat dan optimisme bagi kita semua, khususnya para petani, untuk terus meningkatkan produksi dan memanfaatkan teknologi pertanian," katanya penuh rasa syukur.

Hasil tersebut, menurut Lucky Hakim, tidak akan bisa tercapai tanpa peran dan kerja keras petani. Baginya, mereka adalah pahlawan dan pusat pembangunan pertanian.

Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kesejahteraan melalui inovasi, pendampingan penyuluh, akses permodalan, bantuan sarana produksi hingga perluasan pemasaran.

Apresiasi terbesar menurut pria 48 tahun itu selayaknya diberikan ke petani dan semua pihak yang terlibat atas keberhasilan program tersebut hingga mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian RI. Indramayu kini ada di Peringkat I Kontribusi Produksi Padi Nasional, dengan produksi sekitar 1,5 juta ton GKG, serta Peringkat II kategori Produktivitas Padi.