NADIKABAR.COM — Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mendadak penuh sesak dan super meriah pada Minggu (25/10/2026). Bagaimana tidak, untuk pertama kalinya, seluruh perwakilan 38 provinsi di Indonesia unjuk gigi dalam satu panggung megah bertajuk Festival Negeri Kami (FNK).
Acara spektakuler yang digagas oleh International Creatives Exchange (ICE) dan didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan RI ini sukses membius para pengunjung. Sejak pagi, parade busana adat yang penuh warna dari ujung Aceh sampai Papua menyatu riuh dengan alunan musik tradisional, marching band, hingga kemeriahan Tanjidor dan Ondel-ondel khas Betawi.
Di balik kemegahan festival ini, ada sosok pengusaha asal Pakistan, Atta Ul Karim, yang menjadi pencetus utamanya. Ia yang sudah 18 tahun menetap di Indonesia mengaku momen ini adalah bentuk rasa terima kasih dan utang budinya pada Bumi Pertiwi.
"Saya dan keluarga merasa berutang budi kepada negeri ini. Itulah alasan kami menggagas Festival Negeri Kami," ujar Atta Ul Karim saat ditemui di lokasi.
Atta menceritakan awal mula ide gila ini muncul sekitar delapan bulan lalu. Sempat bingung memilih konsep karena budaya Indonesia yang begitu melimpah, ia akhirnya nekat ingin menyatukan seluruh provinsi tanpa terkecuali.
"Budaya Indonesia sangat banyak, sampai kami sempat bingung. Akhirnya saya memutuskan: saya ingin mengumpulkan 38 provinsi Indonesia di satu tempat. Hari ini, alhamdulillah, cita-cita itu tercapai," tuturnya.
Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Kebudayaan RI. Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, yang hadir mewakili Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menyambut antusias terobosan ini. Malah, ia mengaku rela menempuh perjalanan darat 7 jam dari Solo demi tak melewatkan momen bersejarah ini.
"Ini menunjukkan komitmen Kementerian Kebudayaan. Biasanya hanya sebagian provinsi yang tampil, sekarang 38 provinsi hadir bersama. Pawai seperti ini membiasakan masyarakat menyaksikan keragaman Indonesia," katanya.
Ketua Pelaksana FNK, Rifai Akif, juga tak menampik jika menyatukan 38 provinsi bukanlah perkara gampang. Namun, rasa lelah itu terbayar tuntas saat melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa.
"Hari ini, impian itu terwujud, perwakilan 38 provinsi berkumpul untuk berparade dan menampilkan keseniannya di panggung FNK," ujarnya.
Usai prosesi pembukaan dan pawai budaya, panggung utama FNK 2026 langsung diguncang oleh penampilan tarian khas dari 38 provinsi secara bergantian. Lewat kemeriahan ini, FNK diharapkan tak cuma jadi festival sekali lewat, tapi bisa terus berlanjut jadi agenda tahunan yang melestarikan 'mega diversity' milik Indonesia.