Kehadiran Nyai Sekar Arum bersama rombongan kesenian di tanah Banger kemudian menarik perhatian seorang penguasa yang ingin memilikinya. Nama Sekar Arum selanjutnya tetap dikenang masyarakat melalui sumber mata air yang dikenal sebagai Sumber Arum.
PT Bahari Tanjung Tembaga (Perseroda) mengangkat tema "Pesona Bahari Nusantara" melalui kisah Jebing Majengan. Karya tersebut menggambarkan kehidupan perempuan pesisir dalam menjaga kehidupan yang harmonis, bersih, dan indah.
Semangat kebersamaan serta kerja keras yang ditampilkan dalam kisah tersebut menjadi gambaran optimisme masyarakat untuk terus berbenah dan bersatu mewujudkan Probolinggo Bersolek.
Beragam cerita dan penampilan yang dibawakan para kontingen membuat Pawai Budaya Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo menjadi ruang pertemuan sejarah, cerita rakyat, kesenian, kreativitas, dan potensi masyarakat.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelaksanaan pawai. Meski kegiatan berlangsung hingga malam hari, warga masih memadati area depan Kantor Wali Kota Probolinggo hingga sejumlah titik di sepanjang rute yang dilalui peserta.
Salah seorang warga asal Jalan Cokroaminoto menilai pawai budaya tahun ini lebih menarik dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
"Lebih variatif dari tahun kemarin. Semoga Probolinggo semakin maju terutama di bidang budaya dan pariwisata," katanya.
Hal senada disampaikan Dian, warga yang tetap bertahan menyaksikan pawai hingga malam hari.
"Saya rasa lebih bagus dari tahun kemarin. Harapan saya semoga Kota Probolingo lebih maju, lebih baik dan sejahtera," tutur Dian.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo begitu besar.
"Masyarakat Kota Probolinggo luar biasa. Saya ucapkan terima kasih pada peserta pawai yang memberikan sajian, pagelaran, perform yang begitu apik. Saya tidak mengira setelah salah Maghrib banyak yang bubar, ternyata balik lagi dan ikut sampai selesai di nomor peserta 23," pungkas wali kota saat ditemui seusai pawai.