Namun belum diketahui secara jelas soal bentuk dukungan pertahanan seperti apa yang akan diberikan oleh Mesir. Diketahui bahwa Mesir merupakan negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia Arab, yang memiliki ratusan ribu personel aktif, jet tempur, dan sistem pertahanan udara canggih yang diperoleh dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS), China, Prancis, dan Rusia.

Dalam pernyataan pada Rabu (21/10) pekan lalu, Al-Sisi mengatakan bahwa dukungan Mesir ditujukan untuk "mempertahankan wilayah Arab Saudi, dan tidak mencakup serangan ke Yaman".

"Kita berbicara mengenai upaya mempertahankan wilayah dan perbatasan kerajaan tersebut," ucap Al-Sisi dalam sebuah pidato, sembari menambahkan bahwa prioritas utama Kairo adalah mencapai solusi diplomatik.