NADIKABAR.COM — Kelompok Houthi memberikan reaksi keras atas keputusan parlemen Mesir yang menyetujui dukungan militer untuk Arab Saudi. Houthi menyebut keputusan Kairo itu sebagai "deklarasi perang".
"Mesir dan parlemennya menyatakan dukungan untuk apa yang disebut sebagai pertahanan Kerajaan Arab Saudi, dan dengan melakukan hal tersebut, mereka mendeklarasikan perang terhadap Republik Yaman," tegas salah satu anggota biro politik Houthi, Mohammed Ali al-Houthi, dalam pernyataan via Telegram, seperti dilansir AFP, Selasa (27/10/2026).
Parlemen Mesir memberikan persetujuan untuk mengirimkan dukungan militer ke Saudi, guna membantu pertahanan kerajaan itu dari serangan-serangan Houthi yang marak beberapa waktu terakhir. Persetujuan ini diberikan menyusul permintaan dari Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.
Dalam pemungutan suara parlemen yang digelar Senin (26/10), DPR Mesir menyetujui langkah tersebut dengan dukungan dua pertiga suara anggota dewan.
"Memberikan wewenang kepada Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung Kerajaan Arab Saudi," demikian pernyataan parlemen Mesir.
Parlemen Mesir, yang sebagian besar anggotanya merupakan penduduk Al-Sisi, menggelar tiga pertemuan tertutup yang jarang terjadi untuk membahas persoalan ini dan sempat menunda pemungutan suara sebanyak dua kali.
Pekan lalu, Al-Sisi meminta parlemen untuk memberikan izin bagi pengiriman dukungan militer ke Saudi "jika diminta".
Namun belum diketahui secara jelas soal bentuk dukungan pertahanan seperti apa yang akan diberikan oleh Mesir. Diketahui bahwa Mesir merupakan negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia Arab, yang memiliki ratusan ribu personel aktif, jet tempur, dan sistem pertahanan udara canggih yang diperoleh dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS), China, Prancis, dan Rusia.
Dalam pernyataan pada Rabu (21/10) pekan lalu, Al-Sisi mengatakan bahwa dukungan Mesir ditujukan untuk "mempertahankan wilayah Arab Saudi, dan tidak mencakup serangan ke Yaman".
"Kita berbicara mengenai upaya mempertahankan wilayah dan perbatasan kerajaan tersebut," ucap Al-Sisi dalam sebuah pidato, sembari menambahkan bahwa prioritas utama Kairo adalah mencapai solusi diplomatik.