Mesir dan Sudan, dua negara bagian hilir, terlibat sengketa dengan Ethiopia (negara di bagian hulu) terkait pembangunan bendungan di Sungai Nil dan keengganan Ethiopia untuk menandatangani perjanjian mengikat yang mengatur pengisian serta pengoperasian bendungan tersebut.

Mesir khawatir proyek itu dapat memengaruhi alokasi air tahunannya yang sebesar 55,5 miliar meter kubik.

Keempat pemimpin tersebut juga sepakat untuk mengadakan pertemuan puncak "secara berkala, dan kapan pun diperlukan, guna meningkatkan konsultasi serta koordinasi di antara mereka."

Pada Kamis, Ethiopia memutuskan hubungan dengan Eritrea dan mengusir seorang diplomat Mesir, yang memicu tindakan balasan dari kedua negara tersebut.

Perkembangan itu terjadi di tengah krisis yang melanda Ethiopia menyusul eskalasi serangan pada akhir September oleh Tigray People's Liberation Front (TPLF), kelompok yang menentang pemerintahan Abiy, serta penguasaan bandara oleh kelompok tersebut.

Addis Ababa menuduh negara tetangga Eritrea maupun Mesir mendukung kelompok tersebut. Kedua negara telah berulang kali membantah tuduhan mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia