Pertanian tadah hujan di Ethiopia memanfaatkan sekitar 148 miliar meter kubik dari "air hijau" (green water) setiap tahunnya, di samping sekitar 9,68 miliar meter kubik "air biru" (blue water). ujarnya.
Istilah "green water" mengacu pada air hujan, sedangkan "blue water" merujuk pada air yang berasal dari sungai dan sumber air tanah.
Sewilam menyatakan bahwa total penggunaan air untuk pertanian di Ethiopia mencapai sekitar 158 miliar meter kubik per tahun, sementara jejak air sektor peternakannya mencapai sekitar 85,5 miliar meter kubik, yang sebagian besar merupakan "green water."
Dia menyerukan peningkatan kerja sama terkait pemanenan air hujan, pengelolaan air tanah, dan peningkatan efisiensi penggunaan air di sektor pertanian.
Dia juga menyoroti potensi energi surya dan angin yang dimiliki Ethiopia, seraya berpendapat bahwa diversifikasi bauran energi dapat mengurangi tekanan terkait masalah air.
Kairo dan Khartoum telah mendesak adanya perjanjian trilateral yang mengikat secara hukum antara Mesir, Sudan, dan Ethiopia untuk mengatur pengisian serta pengoperasian bendungan GERD, guna memastikan hak dan kepentingan air mereka tidak dirugikan.
Namun, Ethiopia berpendapat bahwa pengoperasian bendungan tersebut tidak memerlukan perjanjian yang mengikat dan menegaskan bahwa pihaknya tidak berniat merugikan kepentingan negara-negara lain.
Perselisihan tersebut menyebabkan negosiasi antara Mesir, Sudan, dan Ethiopia sempat ditangguhkan selama tiga tahun pada 2020, sebelum dilanjutkan kembali pada 2023 dan kemudian kembali mengalami kebuntuan pada 2024.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia