Kairo khawatir proyek itu dapat memengaruhi alokasi air tahunannya yang sebesar 55,5 miliar meter kubik.

Beralih ke isu Palestina, Sisi menegaskan kembali penolakan keras Mesir terhadap "segala upaya yang bertujuan mengusir rakyat Palestina dari tanah mereka."

Dia juga menyerukan pelaksanaan penuh rencana gencatan senjata Gaza yang digagas Presiden AS Donald Trump, serta memperingatkan agar rencana tersebut tidak diabaikan atau disiasati.

Sisi menekankan pentingnya pembentukan negara Palestina yang merdeka sesuai dengan resolusi internasional, seraya menyebutnya sebagai satu-satunya jaminan bagi terciptanya perdamaian dan stabilitas yang adil serta langgeng di Timur Tengah.

Dia merujuk pada perjanjian damai Mesir dengan Israel sebagai bukti bahwa konflik berkepanjangan dapat beralih menjadi hidup berdampingan secara damai.

Mesir dan Israel sempat terlibat perang selama beberapa dekade sebelum keberanian dan pandangan jauh ke depan para pemimpin politik mereka, yang didukung oleh mediasi AS, membuka jalan bagi perdamaian dan mengakhiri permusuhan, ujarnya.

"Perdamaian bukanlah cita-cita yang mustahil dicapai, melainkan pilihan nyata yang mampu menyelesaikan konflik dan mendorong kehidupan berdampingan secara damai antarumat manusia," tambah Sisi.

Mesir dan Israel menandatangani perjanjian damai di Washington, DC pada 26 Maret 1979, menyusul Kesepakatan Camp David 1978.