Tesla menegaskan bahwa fitur ini tidak boleh digunakan hanya karena pengemudi terlambat berangkat kerja.

β€œPenggunaan fitur ini akan merusak kendaraan Anda dan Supercharger,” demikian peringatan Tesla Charging.

Perusahaan juga menyatakan bahwa penyalahgunaan yang disengaja akan dikenai sanksi tambahan. Namun, Tesla belum menjelaskan secara terperinci bentuk sanksi tersebut. Yang jelas, biaya kerusakan dapat bertambah dengan cepat.

Ketika ditanya mengenai besarnya kerusakan yang mungkin terjadi, Tesla menyatakan bahwa biaya kelistrikan dan pekerjaan sipil untuk memperbaiki Supercharger dapat mencapai 25.000 dolar AS (sekitar hampir Rp450 juta), bergantung pada lokasi stasiun pengisian daya. Setelah kejadian tersebut, kendaraan juga wajib dibawa ke pusat servis untuk menjalani pemeriksaan dan perbaikan pada port pengisian dayanya.

Tesla belum menjelaskan apakah biaya perbaikan juga akan dibebankan kepada pengemudi yang menggunakan fitur tersebut dalam keadaan darurat yang sebenarnya.

Demonstrasi Tesla memberikan gambaran mengenai alasan biaya perbaikan tersebut tidak murah. Ketika mobil bergerak menjauh, kabel pengisi daya tercabut secara paksa dan cairan pendingin mengalir ke tanah.