NADIKABAR.COM — Meta mengembangkan fitur berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk mendeteksi akun dan iklan yang diduga digunakan untuk mengarahkan pengguna menuju materi bermuatan eksploitasi seksual anak di luar platformnya.

Dilansir dari laporan Tech Crunch pada Rabu (7/10) waktu setempat, Meta menindak 33,2 juta konten eksploitasi seksual anak di Facebook dan Instagram sepanjang paruh pertama 2026.

Lebih dari 97 persen konten yang telah ditindak ditemukan oleh sistem Meta sebelum dilaporkan oleh pengguna.

Di India, Meta menindak 5,3 juta konten serupa pada periode yang sama, dengan lebih dari 98 persen di antaranya terdeteksi oleh sistem sebelum dilaporkan pengguna.

Sistem keamanan yang dikembangkan Meta tersebut menggunakan model bahasa besar (large language model/LLM) untuk mendeteksi praktik yang disebut perusahaan sebagai "signposting".