Praktik tersebut merujuk pada penggunaan iklan yang terlihat normal, tetapi sebenarnya digunakan untuk mengarahkan pengguna menuju konten ilegal atau aktivitas berbahaya di luar platform Meta.

Menurut Meta, pelaku terus mengubah metode untuk menghindari sistem pendeteksian. Karena itu, perusahaan kini tidak hanya memeriksa isi sebuah iklan, tetapi juga melihat tujuan atau situs yang dituju ketika pengguna berinteraksi dengan iklan tersebut.

Informasi mengenai tujuan iklan tersebut dapat digunakan Meta untuk memblokir situs yang melanggar aturan serta menindak terhadap akun pelaku signposting.

Meta juga menambahkan pemindaian berbasis AI untuk menemukan konten eksploitasi anak yang mungkin terlewat oleh sistem pendeteksi.

Selain itu, Meta menggunakan agen AI untuk melakukan red teaming, yakni menguji sistem keamanan internal dengan mencari kelemahan yang berpotensi dimanfaatkan pelaku untuk mengakali perlindungan platform.