NADIKABAR.COM — Meta memasuki fase baru dalam pengembangan agen kecerdasan artifisial (AI) buatannya, Muse, yakni mulai berfokus pada strategi monetisasi dan ekspansi skala besar secara global.

Dilansir dari laporan Engadget pada Rabu (21/10) waktu setempat, CEO Meta Mark Zuckerberg mengungkapkan bahwa meski baru diluncurkan secara terbatas di wilayah Amerika Serikat dan Kanada pada awal September lalu, agen AI Muse telah digunakan oleh lebih dari 10 juta orang.

​Zuckerberg memproyeksikan pendapatan rata-rata per pengguna dari Muse kelak dapat melampaui pendapatan aplikasi media sosial Meta, seperti Facebook dan Instagram. Saat ini, pendapatan rata-rata per pengguna dari aplikasi media sosial Meta di kawasan AS mencapai ratusan dolar per tahun.

​Guna menutup tingginya biaya operasional agen AI tersebut, Meta berencana memungut biaya transaksi dari para pelaku usaha dengan menyediakan fitur perdagangan.

Penggunaan Muse didominasi oleh aktivitas berbelanja, dengan rata-rata pengeluaran pengguna mencapai 200 dolar AS per transaksi.

Di samping itu, Meta juga akan menghadirkan skema berlangganan AI bagi pengguna individu intensif maupun pemilik bisnis.

​Lebih lanjut, Muse menjadi elemen kunci dalam strategi Meta untuk mendulang keuntungan dari lini produk kacamata pintar.

Integrasi Muse pada kacamata pintar Meta dijadwalkan meluncur pada bulan depan, yang ditargetkan dapat mendorong penjualan paket layanan berlangganan AI ketimbang mengandalkan keuntungan penjualan perangkat keras semata.

Penerjemah: Farhan Arda Nugraha