NADIKABAR.COM — Lemari penuh pakaian, tetapi masih bingung menentukan barang yang perlu disimpan atau disingkirkan? Metode “friend stylist” dapat menjadi salah satu cara untuk membantu memilah pakaian yang masih sering digunakan dan yang sebenarnya sudah tidak dibutuhkan.

Metode tersebut diperkenalkan dalam laman Real Simple pada Selasa (19/10). Cara ini mengajak seseorang membayangkan situasi ketika harus meminta teman memilihkan pakaian untuk dikenakan.

Misalnya, seseorang sedang berada jauh dari rumah ketika bajunya terkena tumpahan kopi atau tiba-tiba harus menghadiri acara penting. Dalam situasi tersebut, ia meminta seorang teman memilihkan beberapa pakaian dari koleksi yang dimilikinya.

Pakaian yang membuat seseorang berharap tidak dipilih oleh temannya dapat menjadi petunjuk untuk menentukan barang yang perlu disingkirkan. Cara ini membantu pemilik pakaian melihat kembali koleksinya dan membedakan barang yang benar-benar disukai dari barang yang hanya tersimpan di lemari.

Menurut pengelola jasa penataan rumah Tartan Organizing, Natalie Broyhill, melibatkan teman yang dipercaya juga dapat membantu proses pemilahan.

Kehadiran orang lain dapat memberikan sudut pandang berbeda, terutama ketika seseorang sulit mengambil keputusan karena terlalu terikat pada barang yang dimiliki. Teman juga dapat membantu mengenali kebiasaan atau alasan yang kerap digunakan untuk mempertahankan pakaian tertentu.

Selain menentukan pakaian yang akan disimpan, penataan proses pemilahan juga perlu diperhatikan. Pengelola jasa penataan rumah Barbara Bock menyarankan agar seseorang menyiapkan kotak atau kantong untuk mengumpulkan pakaian yang akan disingkirkan.

Persiapan tersebut membantu mencegah pakaian yang sudah dipilih untuk dikeluarkan justru kembali masuk ke lemari. Bock juga menyarankan kegiatan dilakukan dengan suasana menyenangkan, misalnya sambil mendengarkan musik atau menikmati minuman favorit.

Agar tidak terasa melelahkan, pemilahan dapat dilakukan dengan menetapkan batas waktu. Mengajak teman juga bisa membuat kegiatan tersebut terasa lebih ringan sekaligus menjadi kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama.

Dengan cara ini, menata lemari dapat menjadi kegiatan yang lebih terarah. Pemilik pakaian tetap menentukan barang yang akan disimpan, sementara sudut pandang teman membantu proses pengambilan keputusan.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah