Terkait dengan pengembangan keahlian tingkat lanjut seperti pengisian bahan bakar di udara (air-to-air refueling), Sabene menyampaikan bahwa proses tersebut sangat rumit dan harus dipelajari secara mendalam. Kendati demikian, dirinya meyakini para penerbang Indonesia tidak akan menemui kendala berarti.
“Jika mereka ingin melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara, itu bukan masalah besar bagi mereka. Ini hanya masalah mengalokasikan waktu dalam kurikulum pelatihan, dan kami sangat bersedia membantu memberikan keahlian kami," tegasnya.
Ditemui pada kesempatan yang sama, salah seorang pilot Rafale, Kepala Seksi Operasi dan Latihan Wing Udara 3 Tempur Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Pnb Oliv Rizando, mengungkapkan terdapat sejumlah kualifikasi kemampuan yang wajib dipenuhi sebelum dapat mengoperasikan jet tempur asal Prancis tersebut.
Sejumlah kualifikasi tersebut di antaranya, penguasaan kemampuan untuk air-to-air atau pertempuran udara, dan juga air-to-surface untuk penyerangan dari udara ke darat.