Menurut Oliv, kemampuan avionik yang mutakhir dari Rafae mampu membuat jet tempur tersebut menangkap dan memancarkan emisi tertentu yang dapat meningkatkan situational awareness dari para penerbang pada saat melaksanakan misi penerbangan.

Di samping itu juga, Rafale juga memiliki sistem otomasi yang juga sangat baik, sehingga memungkinkan pesawat terbang sendiri dengan pemrograman yang telah dilakukan sebelumnya, yang memudahkan beban kerja dari para pilot.

Sedangkan misi utama dalam latihan bersama personil Prancis dalam misi Pegase 2026 adalah pelaksanaan air-to-air refulling, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan radius operasional dari Rafale.

β€œMain dari pada CASSARD yang kita laksanakan adalah air-to-air refueling. Kita melaksanakan engagement dengan pesawat KC MRTT dari French Air Force, yang mana ini adalah suatu kemampuan yang harus kita miliki untuk meningkatkan endurance dan radius of action dari pesawat tempur yang kita miliki,” kata Oliv.