NADIKABAR.COM β Gelaran MilkLife Soccer Challenge Bekasi seri 1 dan seri Kudus mengalami peningkatan peserta yang signifikan.
Seri Bekasi diikuti 1.261 peserta dari 80 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sebanyak 30 tim berkompetisi di kelompok umur (KU)-10 dan 86 tim bersaing di KU-12, dengan pertandingan berlangsung di Bekasi International Soccer Field dan Lapangan Yonif 202 Tajimalela.
Sementara itu, dalam seri Kudus diikuti 1.672 atlet dari 100 SD dan MI. Persaingan melibatkan 80 tim di KU-10 dan 80 tim di KU-12 yang bertanding di Supersoccer Arena dan Lapangan Rendeng, Kudus.
βAntusiasme yang ditunjukkan para peserta dan sekolah menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri. Kami berharap semakin banyak anak perempuan yang tertarik untuk bermain sepak bola dan mendapatkan kesempatan mengasah kemampuan mereka melalui MilkLife Soccer Challenge,β kata Program Manager MilkLife Soccer Challenge Edi Supriyanto dalam keterangan resmi, Senin.
Sementara itu, Head Coach MilkLife Soccer Challenge Timo Scheunemann menilai bahwa turnamen yang berkelanjutan ini harus diimbangi dengan persiapan yang lebih matang dari setiap sekolah.
Sebab masih adanya tim yang hanya berlatih satu kali dalam sepekan, bahkan baru memulai latihan menjelang turnamen.
"Kalau saya lihat, yang masuk delapan besar ke atas semuanya berlatih dua atau tiga kali seminggu. Itu yang saya inginkan, sekolah-sekolah lebih serius lagi. Karena pasti hasilnya berbeda jika hanya satu kali seminggu atau bahkan hanya berlatih sebelum turnamen dimulai,β ujar Timo.
Di seri Bekasi, SDN Pulogebang 07 keluar sebagai juara untuk KU-10. Sedangkan di KU-12, SDN Cipayung berhasil mengunci gelar juara.
Lalu di seri Kudus, SDN Jambean 02 Pati keluar sebagai yang terbaik di KU-10. Kemudian di KU-12, SD Unggulan Muslimat NU muncul sebagai yang terbaik.