Angger menyebut, saat peristiwa itu para siswa tetap berkegiatan seperti biasanya. Adapun peristiwa itu diduga terjadi saat jam istirahat. Menurutnya, adanya laporan siswa tentang peristiwa itu dan memberikan pertolongan pertama kepada korban.

"Tidak ada yang tau saat kejadian, soalnya itu di luar jangkauan kami. Itu di jam istirahat, ya disela-sela pembagian MBG. Dia (korban) ngomongnya, 'Saya jatuh, Pak. Ya, saya jatuh, saya jatuh dari kamar mandi'. Tahu-tahunya sudah seperti itu (mimisan)," terangnya.

Lanjutnya, kedua siswa yang bersangkutan itu masih masuk sekolah seperti biasa. Keduanya masih mengikuti kegiatan pembelajaran di kelasnya masing-masing. Ia menyebut sekolah akan kooperatif apabila siswa yang bersangkutan dipanggil untuk proses hukum.

"Tetap masuk, seperti biasa. Sambil tetap menanti ada proses hukum yang berlanjut, mereka tetap masuk seperti biasa dan tetap ikut pembelajaran," imbuhnya.

Angger menegaskan sekolah akan berkerjasama dengan semua stakeholder terkait penanganan kasus tersebut. Termasuk dengan Polres Blitar, UPT PPA dan Dinas Sosial Kabupaten Blitar. Tujuannya untuk mengantisipasi dan membimbing para siswa agar tidak terulang peristiwa tersebut.