"Kami sudah kerja sama dengan semua stakeholder, dengan Polres, pihak perlindungan anak, Dinas Sosial, dengan teman-teman yang lain. Alhamdulillah beliau semua mendukung kami untuk lebih baik lagi, dalam membimbing anak-anak agar terhindar dari bullying tersebut," tandasnya.
Diketahui, aksi perundungan atau bullying terjadi di dalam kelas salah satu MTs di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Video bullying dengan kekerasan yang viral di media social itu diduga dipicu masalah komentar live TikTok milik pacar terduga pelaku.
Kapolsek Wlingi, AKP Kushartono, menyebut kronologi pemukulan salah seorang siswa berinisial FJ itu bermula dari komentar media social. Terduga pelaku yakni GD diduga emosi saat pacar atau teman dekat yang sedang melakukan siaran langsung (live) TikTok mendapat komentar dari korban.
Komentar itu ditanggapi oleh terduga pelaku dengan mendatangi kelas korban keesokan harinya. Terduga pelaku juga meminta siswa di kelas itu untuk merekam aksi bullying tersebut.
"Kronologisnya pacar terduga pelaku ini live di TikTok, kemudian ada komentar lah 'iku wis duwe pacar durung? (itu sudah punya pacar belum?)'. Nah, ada yang menjawab kalau sudah punya pacar. Komentar itu disampaikan ke terduga pelaku, dan terduga pelaku mengirim chat kepada korban 'lihat aja besok'," terangnya saat ditemui NadiKabar, Sabtu (22/8/2026).