NADIKABAR.COM — Seorang siswa MTs di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, mengalami mimisan setelah diduga menjadi korban perundungan oleh kakak kelasnya. Ironisnya, saat ditanya pihak sekolah, korban mengaku hanya jatuh di kamar mandi.
Peristiwa itu diduga dipicu komentar korban di siaran langsung TikTok milik pacar siswa yang diduga melakukan perundungan. Aksi kekerasan tersebut kemudian direkam dan videonya beredar hingga viral di media sosial.
Pelaku adalah siswa kelas VII berinisial GD yang nekat melakukan tindak kekerasan atau pem-bully-an kepada kakak kelasnya, FJ di dalam kelas. Aksi pem-bully-an itu dipicu komentar sosial media milik pacar terduga pelaku.
Kini, peristiwa tersebut masih ditangani pihak kepolisian. Sementara sekolah masih menunggu pihak berwenang untuk memberikan sanksi.
"Oh, kalau dari lembaga menunggu dari pihak berwenang ya mbak (untuk sanksinya). Tapi kalau pihak lembaga menginginkan anak-anak itu tetap belajar. Tapi kami juga tidak bisa berbuat apa-apa jika nanti pihak berwenang melakukan proses lebih lanjut, gitu," kata Waka Humas MTs Darul Huda, Angger Hadi Santoso, kepada wartawan di lokasi, Sabtu (22/8/2026).
Angger menyebut, saat peristiwa itu para siswa tetap berkegiatan seperti biasanya. Adapun peristiwa itu diduga terjadi saat jam istirahat. Menurutnya, adanya laporan siswa tentang peristiwa itu dan memberikan pertolongan pertama kepada korban.
"Tidak ada yang tau saat kejadian, soalnya itu di luar jangkauan kami. Itu di jam istirahat, ya disela-sela pembagian MBG. Dia (korban) ngomongnya, 'Saya jatuh, Pak. Ya, saya jatuh, saya jatuh dari kamar mandi'. Tahu-tahunya sudah seperti itu (mimisan)," terangnya.
Lanjutnya, kedua siswa yang bersangkutan itu masih masuk sekolah seperti biasa. Keduanya masih mengikuti kegiatan pembelajaran di kelasnya masing-masing. Ia menyebut sekolah akan kooperatif apabila siswa yang bersangkutan dipanggil untuk proses hukum.
"Tetap masuk, seperti biasa. Sambil tetap menanti ada proses hukum yang berlanjut, mereka tetap masuk seperti biasa dan tetap ikut pembelajaran," imbuhnya.
Angger menegaskan sekolah akan berkerjasama dengan semua stakeholder terkait penanganan kasus tersebut. Termasuk dengan Polres Blitar, UPT PPA dan Dinas Sosial Kabupaten Blitar. Tujuannya untuk mengantisipasi dan membimbing para siswa agar tidak terulang peristiwa tersebut.
"Kami sudah kerja sama dengan semua stakeholder, dengan Polres, pihak perlindungan anak, Dinas Sosial, dengan teman-teman yang lain. Alhamdulillah beliau semua mendukung kami untuk lebih baik lagi, dalam membimbing anak-anak agar terhindar dari bullying tersebut," tandasnya.
Diketahui, aksi perundungan atau bullying terjadi di dalam kelas salah satu MTs di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Video bullying dengan kekerasan yang viral di media social itu diduga dipicu masalah komentar live TikTok milik pacar terduga pelaku.
Kapolsek Wlingi, AKP Kushartono, menyebut kronologi pemukulan salah seorang siswa berinisial FJ itu bermula dari komentar media social. Terduga pelaku yakni GD diduga emosi saat pacar atau teman dekat yang sedang melakukan siaran langsung (live) TikTok mendapat komentar dari korban.
Komentar itu ditanggapi oleh terduga pelaku dengan mendatangi kelas korban keesokan harinya. Terduga pelaku juga meminta siswa di kelas itu untuk merekam aksi bullying tersebut.
"Kronologisnya pacar terduga pelaku ini live di TikTok, kemudian ada komentar lah 'iku wis duwe pacar durung? (itu sudah punya pacar belum?)'. Nah, ada yang menjawab kalau sudah punya pacar. Komentar itu disampaikan ke terduga pelaku, dan terduga pelaku mengirim chat kepada korban 'lihat aja besok'," terangnya saat ditemui NadiKabar, Sabtu (22/8/2026).