"Demam dapat menyebabkan fase Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap tidur ketika kita bermimpi, dimulai lebih awal atau membuat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu dalam fase REM," katanya.
Selain itu, suhu tubuh yang meningkat dapat mengubah neurokimia di otak sehingga memicu mimpi yang lebih intens, aneh, atau mengganggu dibandingkan biasanya. Menurut Rohrscheib, obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf dan otak juga dapat memberikan efek serupa. Ia menyebut orang yang memiliki kondisi psikologis tertentu, seperti depresi atau gangguan tidur tertentu, mungkin lebih sensitif mengalami mimpi demam.
Artikel ini telah tayang di NadiKabar. Baca selengkapnya di sini!