NADIKABAR.COM — Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir MIND ID Achmad Ardianto mengatakan pengembangan teknologi dan kemitraan strategis menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem hilirisasi mineral untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat kapabilitas industri nasional, serta memastikan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan pasar domestik dan global.

Achmad Ardianto melanjutkan pengembangan proyek hilirisasi perlu mempertimbangkan kebutuhan pasar pada masa mendatang. Karena itu, strategi industri tidak cukup hanya bertumpu pada potensi sumber daya alam dan kapasitas pengolahan, tetapi juga perlu memperhitungkan prospek permintaan produk.

"Yang penting, standar strategis yang kita tetapkan harus berorientasi pada masa depan. Artinya, kita harus menyelaraskannya dengan kebutuhan pasar dan masyarakat pada masa mendatang, baik di tingkat global maupun nasional," kata Achmad dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Sejalan dengan pendekatan tersebut, MIND ID memperkuat fondasi hilirisasi melalui empat aspek, yakni ketahanan cadangan dan sumber daya, pengembangan hilirisasi bernilai tambah, pembangunan pusat keunggulan proyek dan operasi, serta penerapan teknologi yang adaptif dan inovatif.

Keempat aspek ini menjadi bagian dari upaya membangun kapabilitas industri yang berkelanjutan dan siap menjawab kebutuhan masa depan.