Dengan demikian, Novi menyampaikan, mineral kritis menjadi pusat daya saing industri, ketahanan ekonomi, dan keamanan nasional.
βKita membutuhkan lebih banyak kolaborasi, bisnis yang kompetitif, serta fokus pada isu keberlanjutan (sustainability) dan ekonomi sirkular,β ucap Novi.
Bagi MIND ID, tutur dia melanjutkan, keberhasilan tidak hanya diukur dari volume mineral, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang diciptakan dan lapangan kerja yang dihasilkan melalui industrialisasi domestik.
Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan pengembangan pusat data atau data center hingga penyimpanan energi (energy storage) menjadi pasar dari program hilirisasi mineral Indonesia sepanjang 2026β2030.