"Beberapa mekanisme mendasar telah diusulkan, termasuk kenaikan berat badan, resistensi insulin, ketidakseimbangan hormon steroid, peradangan, kerusakan DNA, dan dysbiosis," kata tim peneliti.

"Namun, mekanisme pasti dari efek karsinogenik minuman manis masih harus diselidiki. Penelitian di masa mendatang diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini serta menginvestigasi mekanisme biologis yang terlibat," sambung mereka.

Mengingat kanker lambung merupakan penyebab kematian akibat kanker kelima terbesar di dunia, penulis senior dr Andrew T Chan mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menyepelekan kebiasaan minum manis dan mulai membatasinya demi kesehatan jangka panjang.