NADIKABAR.COM — Bahaya dari konsumsi berlebihan minuman manis selama ini identik dengan ancaman kenaikan berat badan hingga diabetes tipe 2. Tetapi, riset yang dipublikasikan dalam jurnal Gastro Hep Advances membeberkan fakta baru yang tak kalah mengejutkan.

Minuman tinggi gula, kini resmi dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung lewat studi yang telah menganalisis lebih dari 112.000 peserta.

Peneliti menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi setidaknya satu porsi minuman manis (237 ml) per hari, berisiko 2,45 kali lipat lebih tinggi terkena kanker lambung. Risiko ini bahkan melonjak hingga 3 kali lipat pada kelompok wanita.

Lantas, mengapa minuman manis menjadi pemicu timbulnya kanker lambung?

Meskipun riset ini bersifat observasional, artinya baru menunjukkan korelasi dan bukan sebab-akibat langsung. Para peneliti dari Massachusetts General Hospital mengungkapkan beberapa dugaan mekanisme biologis yang melatarbelakanginya.

Ketika tubuh terus-menerus 'diguyur' asupan gula tinggi dari minuman seperti soda, limun, es buah, hingga minuman berenergi, ada serangkaian dampak buruk yang terjadi pada organ pencernaan, di antaranya:

"Beberapa mekanisme mendasar telah diusulkan, termasuk kenaikan berat badan, resistensi insulin, ketidakseimbangan hormon steroid, peradangan, kerusakan DNA, dan dysbiosis," kata tim peneliti.

"Namun, mekanisme pasti dari efek karsinogenik minuman manis masih harus diselidiki. Penelitian di masa mendatang diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini serta menginvestigasi mekanisme biologis yang terlibat," sambung mereka.

Mengingat kanker lambung merupakan penyebab kematian akibat kanker kelima terbesar di dunia, penulis senior dr Andrew T Chan mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menyepelekan kebiasaan minum manis dan mulai membatasinya demi kesehatan jangka panjang.