Sebab jaringan minimarket umumnya sangat ketat menjaga hak merek, kemunculan toko semirip ini sempat membuat sang jurnalis mengira dirinya masuk ke 'dunia lain'.

Rasa penasaran membawa Mr Sato masuk ke dalam toko yang buka 24 jam itu.

Sebagian besar produk yang dijual serupa dengan isi rak Lawson pada umumnya, mulai dari makanan ringan hingga es krim.

Namun ia juga menemukan barang yang tak lazim ada di minimarket, seperti sarung tangan kerja, kaus kaki, handuk, sepatu, dan helm proyek.

Setelah ditelusuri, terungkap bahwa Port Store dikelola oleh Tokyo Port Welfare Association, organisasi nirlaba yang menyediakan layanan bagi pekerja di kawasan pelabuhan Tokyo.