Kawah di kutub selatan Bulan dipilih sebagai lokasi pendaratan karena wilayah ini tidak pernah terkena sinar Matahari selama miliaran tahun. Oleh karena itu, ilmuwan berpikir bahwa kawah-kawah di wilayah tersebut dapat berfungsi sebagai kulkas yang mampu mengawetkan air dan senyawa organik.

Suhu di wilayah Bulan ini dapat turun hingga -203 derajat Celsius, sehingga dinilai ideal untuk menyimpan bukti adanya air, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (21/8/2026).

Namun, kawah Shackleton memiliki permukaan yang sulit dijelajahi robot biasa karena tepi kawahnya yang miring. Untuk mencapai dasar kawah yang gelap gulita, Chang'e-7 akan menggunakan robot yang dapat melompat atau hopper.

Robot ini dilengkapi alat untuk menganalisis molekul air, serta enam mesin pendorong untuk membawanya ke dasar kawah. Robot ini akan mendarat menggunakan enam kakinya, dan bisa kembali ke permukaan untuk mengisi daya menggunakan tenaga Matahari.