Lebih lanjut, Khofifah menyebut penguatan perdagangan kopi juga perlu dibarengi dengan peningkatan produktivitas. Jawa Timur memiliki produksi kopi yang cukup signifikan, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memperoleh bibit berkualitas dengan tingkat produktivitas tinggi.
"PR kita sama, bagaimana sesungguhnya kita bisa mendapatkan bibit yang baik. Di Jawa Timur memang produksi kopinya cukup signifikan, tetapi produktivitasnya masih perlu kita dorong karena kita tidak mudah mendapatkan bibit yang bisa menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi," ungkapnya.
"Jadi ada PR yang mudah-mudahan kita bisa cari solusi bersama di misi dagang. Kita punya produksi kopi yang perlu ditingkatkan, tetapi produktivitas yang tinggi itu juga sangat penting," lanjutnya.
Selain kopi, Khofifah melihat peluang besar pada komoditas arang, baik arang kayu maupun arang batok kelapa. Menurutnya, komoditas tersebut memiliki permintaan pasar yang besar, termasuk peluang untuk menembus pasar internasional.
"Karena ada produk yang menurut saya pasar globalnya luar biasa dan potensi di sini luar biasa. Ada dua booth yang mengenalkan arang baik arang kayu atau batok kelapa marketnya gede sekali," katanya.
Dia pun mendorong kedua daerah membangun hubungan perdagangan yang saling melengkapi. Produk yang memiliki pasar dapat dipertemukan dengan daerah yang memiliki kapasitas produksi, sehingga potensi ekonomi tidak berhenti pada transaksi jangka pendek.
"Saya rasa kita harus saling membangun mutual simbiosis, sehingga yang satu punya peluang yang lain bisa memanfaatkan," ungkapnya.
Khofifah juga mengungkapkan pengalamannya saat mengikuti misi dagang ke Jeddah. Dalam kegiatan tersebut, salah satu kebutuhan pasar yang menurutnya belum sepenuhnya dapat dipenuhi adalah komoditas arang.
"Permintaan mereka tidak mendapatkan keterpenuhan artinya potensi yang kita miliki kita bangun koneksitas bersama ada market yang luar biasa yang ternyata communal branding belum terbentuk," jelasnya.
Penguatan communal branding, kata Khofifah, dapat menjadi salah satu strategi agar produk dari sejumlah pelaku usaha dapat dikonsolidasikan sehingga mampu memenuhi permintaan pasar dalam skala yang lebih besar.
Besarnya nilai transaksi komoditas tertentu ditopang sejumlah komitmen perdagangan berskala besar. Salah satunya dilakukan PT Putra Prima Mandiri Kediri yang menjual berbagai produk peternakan kepada CV Kencana Harapan Agung Istimewa di Medan.
Hal tersebut mencakup penjualan 1.236 ton olahan daging unggas, 27.164 ton susu, 90 ton telur, 904 ton daging unggas, 449.500 ekor anak ayam, serta 95 ekor kambing dan domba.